Kamis, 22 Januari 2015

Anggapan Keliru Tentang Trading Forex

Saya menekuni bidang trading dalam bilangan waktu yang tidak cukup dihitung dengan jari dan pengalaman yang saya dapatkan selama menekuni bidang ini sangat beragam dan menarik. Kunci dalam menekuni trading adalah kesabaran yang tak akan habis-habisnya diuji. Saat kita bersabar, orang lain tidak, mereka mendesak dan memaksakan kehendak dan saat menghadapi kekalahan mereka mengungkapkan kekecewaan dan kekesalan dengan berbagai cara yang kadang tidak lazim.

Jika Anda memiliki persepsi bahwa pasar forex (foreign exchange) adalah ajang untuk meraih jalan pintas menjadi kaya dalam waktu singkat, pasti akan Anda akan menuai kekecewaan. Banyak perusahaan broker yang berani menjamin bahwa nasabah akan dapat memperoleh keuntungan finansial dalam jumlah besar dalam waktu singkat, dan mereka meyakinkan nasabah bahwa perusahaan mereka memiliki regulasi dan fasilitas trading yang paling aman, namun mengapa pada kenyataannya mengapa tidak banyak trader yang menjadi klien broker tersebut?

Tujuan utama melakukan trading sama dengan keinginan siapapun yang sedang menjalankan bisnis, yaitu memperoleh profit. Pelajaran berharga yang saya peroleh selama terjun dibidang ini, faktor penentu yang paling utama dalam meraih kesuksesan dibidang trading bukan orang lain, bukan broker ataupun kondisi pasar, melainkan diri kita sendiri. Baik cara berpikir, kesiapan mental dan emosi yang stabil.

Banyak orang yang menolak tawaran trading, antara lain ada yang beranggapan dan yang mengatakan kepada saya bahwa trading adalah gambling — BUY atau SELL? Memilih membeli atau menjual. Tapi kembali lagi, bukankah hidup ini sendiri adalah gambling? Hidup adalah tentang pilihan. Kita memilih tidur atau berangkat bekerja. Kita memilih diam atau berkarya. Kita memilih menyerah atau terus berusaha. Kita memilih mau makan nasi goreng atau nasi padang, dan seterusnya. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Kalau tidur, bermalas-malasan dan tidak mau bekerja, tentunya kita menutup jalan kita sendiri untuk memperoleh rezeki. Tapi kalau kita mau berusaha dan bekerja, bertemu dengan orang lain terus belajar dan mengembangkan network, orang-orang disekeliling kita adalah pintu-pintu rezeki.

Nah, kali ini saya akan mengulas konsep trading forex yang merupakan cara berpikir kita, berdasarkan pengalaman dan pelajaran yang banyak saya peroleh dari lingkungan trading. Yang terutama, selain kesiapan dan kesabaran, diperlukan juga edukasi tentang pemahaman tentang trading yang baik dan benar.

Konsep yang ingin saya bagikan disini adalah ‘jumlah presentase yang tinggi bukan penentu kesuksesan trading’. Mengapa? Banyak anggapan yang keliru tentang prosentase profit atau win rates. Para trader pemula pada umumnya cepat terobsesi oleh jumlah frekuensi profit dan loss. Mereka menganggap, jika sering mendapatkan profit, berarti akan semakin cepat juga meraih target profit bulanan atau tahunan, yang sesuai rencana atau proyeksi mereka.

Kenyataannya, ini adalah cara berpikir yang keliru! Sebab dalam trading forex, tidak ada hubungan linier antara profit dan waktu. Maknanya, kita tidak dapat setiap waktu memperoleh profit, meskipun kita telah mengetahui bahwa metode trading yang kita terapkan telah teruji. Kenyataan pahitnya adalah kita bisa memperoleh profit 99% sepanjang target waktu kita dan loss besar hingga mengalami margin call dalam sekali trade.

Jadi, kita perlu memahami bahwa kita juga memiliki potensi loss setiap waktu. Namun kita dapat menjaga agar loss tersebut bisa seminimal mungkin. Yang perlu menjadi perhatian kita dan merupakan hal yang penting adalah statistik perbedaan antara frekuensi rata-rata profit dan rata-rata loss. Jika frekuensi rata-rata profit lebih besar daripada loss, maka bisa disimpulkan bahwa kita telah memiliki pegangan yang cukup kuat baik dalam cara pikir maupun metode dan strategi trading yang bisa selaras dengan karakteristik pasar forex.

Saya memiliki rekomendasi untuk melakukan trading forex disini, kita bisa memulai trading hanya dengan $1000 atau setara dengan sepuluh juta rupiah..

Selamat Trading!

Jumat, 16 Januari 2015

Kaya atau Hanya Terlihat Kaya?

Kebanyakan orang yang tinggal di kota-kota besar, akan dilihat sebagai orang kaya ketika mereka menggunakan pakaian branded, barang-barang mahal, tempat tinggal (rumah atau apartemen) hingga kendaraan mewah. Bahkan tempat nongkrong yang biasa didatangi bisa menjadi simbol dari kelas sosial mereka. Tidak heran, banyak sekali orang-orang yang senang sekali menghabiskan waktu luangnya untuk nongkrong di Starbucks, McDonalds, atau KFC. Untuk menyimak pembahasan lebih lanjut tentang korelasi gaji dan gaya hidup masyarakat di kota besar, kamu bisa membaca di artikel saya sebelumnya yang berjudul Antara Gaji dan Gaya Hidup. Ya, seperti itulah fakta yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta. Tapi apakah orang-orang yang bergaya hidup seperti itu sudah pasti kaya? Jawabannya, BELUM TENTU!
Mari simak beberapa fakta dari sebuah kasus berikut ini:
  1.      Indah Daniari (bukan nama sesungguhnya)
Indah berusia 35 tahun, ia adalah seorang Marketing Manager dari salah satu perusahaan ternama di Jakarta, memiliki gaji hampir Rp. 30 juta per bulan. Didukung dengan gaji yang besar, secara otomatis Indah memiliki standar gaya hidup yang tinggi. Ia memiliki mobil mewah, tinggal di apartemen mewah, menyekolahkan anaknya di sekolah internasional dan ia juga sering kali mengajak keluarganya makan di restoran mahal.
  1.      Astri Rahayu (bukan nama sesungguhnya)
Astri berusia 30 tahun, ia adalah seorang karyawan biasa yang hidup di pinggiran Jakarta. Rata-rata gaji bulanannya hanya Rp. 5 juta. Ia hidup sederhana, memiliki rumah dan sebuah mobil kelas menengah. Ia dan keluarganya hanya sesekali pergi liburan ketika mudik lebaran.

Setelah melakukan Financial Check-up, ternyata kekayaan Indah minus Rp. 50 juta dan ia tidak mempunyai tabungan atau investasi karena uangnya habis hanya untuk menunjang gaya hidup. Apartemen yang ia tempati pun hanya sewaan dan mobilnya masih cicilan. Sedangkan Astri, status rumah dan mobilnya adalah milik sendiri dan semuanya lunas dengan kekayaan bersihnya Rp. 250 juta. Kamu bisa menilai mana yang lebih kaya?

Dari contoh di atas kita bisa menilai, kasus tersebut kerap terjadi. Gaji bulanan yang habis di tengah jalan telah menjadi fenomena masyarakat di kota-kota besar. Akar permasalahan tersebut terletak pada:
  1. 32% masyarakat di kota-kota besar memiliki standar gaya hidup yang tinggi
  2. 50% masyarakat di kota-kota besar tidak bisa membedakan antara simpanan, tabungan dan investasi.
  3. 18% masyarakat di kota-kota besar memiliki hobi ngutang, salah satu contohnya berbelanja dengan kartu kredit.
Bagaimana bisa menyisihkan uang untuk tabungan apalagi investasi apabila kekayaan yang dimiliki mencapai angka minus? Coba lihat diri kamu! Jangan-jangan kamu adalah salah satunya. Sadarilah kebiasaan buruk tersebut sejak dini dan berhati-hatilah jangan sampai mengalami kebangkrutan.

Edukasi tentang perencanaan keuangan merupakan salah satu faktor keberhasilan untuk mencapai finansial sehat. Belajar untuk melakukan good money habit, caranya dengan membagi pengeluaran menjadi 3 bagian:
  1.      Living.
Gunakan dana ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, belanja bulanan, biaya rumah tangga, listrik, telepon, tv berlangganan, biaya sekolah dan lainnya. Jika kamu memiliki cicilan atau hutang, masukkan ke dalam pos ini.
  1.      Saving.
Alokasikan dana kamu secara rutin untuk menabung di bank dan investasi seperti emas, asuransi, reksadana, trading forex atau emas.
  1.      Playing.
Selain pengalokasian dana di atas, kamu pasti ingin menikmati hiburan atau liburan. Gunakan pos ini untuk menyimpan dana yang dibutuhkan untuk hal-hal yang sifatnya untuk kesenangan.

Dari ketiga pembagian pengeluaran di atas, permasalahan terbesar  di kota-kota besar terletak pada masih minimnya kesadaran masyarakat akan investasi. Banyak orang yang menganggap tabungan hanya dijadikan simpanan yang bisa habis kapan saja. Apabila cara tersebut dibiarkan secara terus-menerus, kamu tidak memiliki dana yang bisa digunakan dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, investasi penting dilakukan.

Kamu tidak perlu pusing lagi investasi apa yang ingin dipilih. Centralfutures.com memiliki sarana berinvestasi cepat dengan menggunakan OTA Trading. Kamu bisa mengelola sebagian penghasilan dengan melakukan trading forex atau emas. OTA Trading akan memberikan saran BUY atau SELL dengan mudah dan menghasilkan sehingga aktivitas trading kamu bisa menjadi lebih menyenangkan.

Kamu pasti tidak ingin hanya terlihat kaya, bukan? Wujudkan mimpi kamu sekarang juga dengan OTA Trading!

Kamis, 15 Januari 2015

Trading Forex atau Investasi Properti ?

Bisnis di dunia properti dan trading forex memang cukup menarik, karena peluang keuntungan yang ditawarkan, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Beda trading forex dengan investasi properti tidak begitu sulit dikenali karena keduanya memiliki sifat dan cara kerja yang berbeda, baik dari segi komoditas, peluang profit, maupun resikonya. Bahkan, dari definisi saja keduanya sudah berbeda. Trading forex bersifat aktif, artinya, pemilik uang menjalankan sendiri aktivitas trading (tukar-menukar mata uang) untuk mencapai target profit. Sementara itu, seorang investor properti berhubungan dengan aset tetap, berupa tanah, real-estate, dan sejenisnya, dan investasi properti bersifat pasif.

Trading Forex atau Investasi Properti: Sifat Keuntungan

Beda trading forex dengan investasi properti terlihat cukup jelas dari sifat pendapatan yang diperoleh investor atau pelaku trading. Untuk bisnis properti, pemasukannya bersifat pasif. Keuntungannya baru diperoleh jika properti dijual (dari selisih harga) atau jika properti anda dikontrak (dari uang sewa). Namun tentu saja laba yang didapat cukup besar, terutama karena nilai aset tetap seperti lahan atau real-estate selalu bertambah dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, investasi properti sangat cocok untuk jangka panjang; semakin lama jangka waktu investasi, semakin tinggi nilai jualnya.

Untuk menyewakan property, jelas laba tersebut bisa anda dapatkan dengan cukup cepat. Pasalnya dalam jangka waktu tertentu anda bisa mendapatkan pendapatan dari penyewaan dan juga kontrak dari bisnis property yang anda jalani tersebut. Sementara jika anda memilih untuk menjual, tentu saja laba yang didapatkan hanya sekali saja untuk 1 buah property dan bisa jadi didapatkan dalam jangka waktu lama.

Sebaliknya untuk trading forex, anda mendapatkan pemasukan aktif yang didapat dari kegiatan bermain di ruang trading. Seorang trader menjadi pelaku aktif, untuk mengikuti perputaran nilai mata uang yang sangat cepat. Bukan lagi hitungan hari, hitungan menit bahkan detik dapat mempengaruhi profit yang didapatkan seorang trader. Profit didapat dari selisih nilai beli (buy) dan nilai jual (sell) mata uang. Semakin tinggi selisihnya, semakin besar profit. Namun untuk itu, seorang trader harus berpacu dengan waktu, jeli dalam menilai arah perputaran mata uang, memantau terus harga pasar dan berita-berita ekonomi, dan memiliki strategi yang tepat.

Beda Trading Forex dengan Investasi Properti: Modal Awal
Beda trading forex dengan investasi properti lainnya terletak pada modal awal. Untuk bermain di sektor investasi property, anda harus mengeluarkan modal minimal 10% dari biaya akuisisi untuk property tersebut. Atau, jika anda ingin memulai dari awal, anda membutuhkan modal awal yang cukup besar, ratusan bahkan hingga milyaran rupiah. Sekalipun anda ingin memulai dengan menggunakan kredit bank, untuk pinjaman yang nilainya besar, anda juga harus memiliki agunan berupa aset tetap.

Sedangkan untuk usaha trading forex, modal yang dikeluarkan tentu jauh lebih sedikit, bahkan dengan modal US$10.000 pun anda sudah bisa menjadi trader. Bahkan dengan modal sekitar $ 10.000 saja, Itulah kenikmatan bisnis trading forex. Namun tentu saja, dengan modal yang sedikit, pendapatan atau laba yang didapat juga pastinya sedikit.

Beda Trading Forex dengan Investasi Properti: Likuiditas dan komoditi
Selain sifat keuntungan dan modal awal, trading forex dengan investasi properti juga terletak pada likuiditasnya. Di  Forex trading adalah area bisnis yang sangat likuid; maksudnya, kapanpun anda butuh, anda bisa menarik dana atau mencairkan laba yang diperoleh, apalagi saat ini banyak broker forex yang sudah melayani penyetoran dan penarikan melalui bank-bank lokal. Trader dapat bermain online selama 24 jam sehari karena forex memang nyaris tidak memiliki waktu tutup; pasalnya, pergerakan mata uang di setiap negara di lima benua terjadi di zona waktu yang berbeda-beda. Misalnya, saat pasar Asia tutup, maka pasar Amerika terbuka.

Seorang trader forex tidak benar-benar melakukan pembelian atau penjualan uang secara fisik. Komoditinya adalah nilai mata uang. Tidak terjadi proses jual-beli layaknya perniagaan di pasar komoditi. Anda tidak perlu menunggu seseorang datang untuk menjual komoditi. Namun, dana yang anda miliki dikonversi ke mata uang yang dituju, dan nilainya lah yang anda perjualbelikan. Sebaliknya untuk investasi properti, anda berhubungan dengan aset tetap dan dengan manusia. Aset tetap sebagai komoditi harus dijual atau disewakan kepada orang lain; barulah anda mendapatkan keuntungan.

Selain itu, investasi properti cocok untuk jangka panjang karena sifatnya tidak likuid. Proses transaksi cukup lama; misalnya anda harus mengiklankan terlebih dahulu rumah atau apartemen yang ingin anda jual atau sewakan, dan proses pengiklanan bisa berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Bahkan, setelah ada peminatpun belum tentu aset anda langsung terjual; ada yang namanya proses tawar menawar, yang tidak jarang ditutup dengan kegagalan. Tingkat likuiditas inilah salah satu beda trading forex dengan investasi properti yang paling mendasar.

Trading Forex atau Investasi Properti: Resiko

Sebagai suatu hal yang melekat pada setiap aktivitas bisnis, resiko harus tetap menjadi bahan pertimbangan, karena setiap jenis investasi memiliki resiko yang berbeda-beda. Demikian juga dengan trading forex dan investasi properti. Trading forex sangat tergantung kepada pemilihan waktu dan strategi, karena perputaran nilai mata uang bisa terjadi pada hitungan detik saja. Di sinilah resiko utama forex. Kesalahan dalam memilih waktu (kelalaian) bisa memicu loss yang besar. Misalnya, pada saat anda memutuskan untuk sell; ternyata nilai mata uang tersebut mengalami penurunan; akibatnya, anda menjual dengan harga yang lebih rendah dari harga beli. Artinya? Anda merugi!

Resiko trading forex lainnya terletak pada strategi. Strategi Trading dan kemampuan analisis seorang trader sangat tergantung kepada jam terbang. Namun, tetap saja hal ini mempengaruhi peluang profit atau loss yang bisa anda dapatkan. Contoh kasus: anda mendengar berita terjadinya kenaikan payroll buruh di Jepang, dan memperkirakan bahwa ekonomi Jepang akan menguat, Lalu, anda pun memutuskan untuk membeli Yen dan menjualnya lagi saat nilainya benar-benar naik. Sayangnya, beberapa saat kemudian terjadi kenaikan harga minyak di Amerika, yang dapat mempengaruhi nilai tukar Yen. Akibatnya? Kenaikan nilai mata uang Jepang yang ditunggu-tunggu pun tidak pernah terjadi.
Di sinilah Beda Trading Forex dengan Investasi Properti. Investasi properti sepertinya cukup aman dari resiko. Nilai properti biasanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, investasi properti juga tidak luput dari resiko. Di antaranya adalah resiko bencana alam, seperti banjir atau gempa, atau kebakaran yang dapat berakibat pada kerusakan properti. Selain itu, ada juga resiko regulasi, seperti penggusuran atau pemilihan lokasi yang tidak tepat, sehingga properti anda tidak terjual dengan harga yang diinginkan.
Tentunya, trading forex dan investasi properti sama-sama memiliki keunggulan dan kelemahan. Semuanya kembali kepada anda untuk memutuskan salah satunya. Hanya saja, pastikan anda memiliki target (keuntungan jangka pendek atau jangka panjang) atau manajemen resiko yang rasional untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengetahuan tentang trading forex atau investasi properti dapat membantu anda dalam mengambil keputusan secara tepat.

Baca juga artikel

Meraih untung dengan OTA Trading (Bagian 1)

Keuntungan Trading Emas Online

Jika investasi emas yang Anda pahami selama ini hanyalah menimbun emas di rumah sebagai simpanan, sekarang sudah saatnya beralih kepada investasi emas yang lebih modern, yaitu trading emas online. Dengan trading Anda berarti ikut serta aktif dalam pasar emas untuk bertransaksi demi memperoleh profit atau penghasilan tambahan. Hal ini tentu berbeda dengan tipe investor pasif yang mengharapkan profit hanya dari peningkatan harga emas yang telah disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Trading emas

Secara sederhana, dapat dijelaskan bahwa dalam trading emas yang perlu Anda lakukan hanyalah hanyalah melakukan pembelian atau open buy pada akun trading Anda dan bertahan pada posisi hold dalam jangka waktu yang Anda kehendaki, atau bisa juga melakukan close sell untuk menjual emas Anda ketika harga tengah tinggi. Aksi “beli”, “simpan”, “jual” ini sebenarnya sama dengan transaksi emas konvensional hanya saja dilakukan secara online.

Sistem transaksi emas trading emas online ini adalah perdagangan kontrak yang mencakup para investor besar dan spekulator emas. Misalnya, untuk membeli kontrak emas dengan harga 100 juta rupiah, Anda dapat menyerahkan uang muka atau margin sebesar 1% dari 100 juta, yaitu 1 juta rupiah saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem trading ini memberlakukan margin sebesar 1% atau 1:100

Dengan demikian, bila Anda mempunyai dana sebesar 100 juta, maka Anda memungkinkan untuk membeli emas dengan harga 100 kali lipat. Tetapi jangan lupa bahwa harga emas mengalami fluktuasi atau naik dan turun dalam waktu singkat. Jadi jika harga emas mengalami penurunan sebesar Rp. 10.000,00 per gram-nya, tentu kerugian yang harus Anda tanggung adalah sebesar 100 kali lipatnya. Jika emas yang Anda miliki dinilai tak dapat lagi menanggung kerugian yang terjadi, maka emas milik Anda secara otomatis akan langsung dijual oleh sistem. Oleh karena itu Anda harus tahu dengan pasti berapa besar nilai margin Anda.

Kemudahan Sistem Trading Emas Online

Trading gold online dibuat dengan sistem semudah mungkin sehingga masyarakat di berbagai kalangan dapat dengan mudah turut ambil bagian. Sebelum memutuskan untuk membuka akun riil, calon trader dapat mencoba terlebih dahulu bertrading pada akun demo. Pada akun virtual ini Anda dapat melakukan trading emas dengan modal fiktif sehingga Anda bisa merasakan kondisi trading yang sesungguhnya. Akun demo ini juga sebagai sarana untuk melatih kemampuan teknikal Anda pada pasar emas. Walaupun hanya merupakan akun demo, tetapi pada platform trading Anda akan terpampang harga emas yang nyata pada pasar saat itu.
Selain harga real pada market, pada akun demo terdapat pula tampilan grafik harga sehingga Anda dapat melihat pergerakan harga emas dalam waktu yang Anda inginkan, misalnya 1 menit yang lalu, 1 bulan yang lalu, bahkan hingga pada 20 tahun yang lalu. Dengan berlatih menggunakan akun demo, Anda bisa mempelajari cara memonitor pergerakan harga pada pasar sekaligus melakukan transaksi jual beli. Fasilitas ini gratis untuk digunakan oleh calon trader emas bagi Anda yang ingin mencoba investasi ini.

Baca Juga : Beda Trading Emas dan Forex
Sebelum Anda membuka akun trading emas riil pastikan bahwa Anda menguasai bagaimana kinerja platform trading Anda. Pahami semua tampilan pada layar dan semua order transaksi dilakukan dengan cara klick mouse saja. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan order karena salah mengklik kaerna sistem akan langsung mengaktifkan perintah dari pengguna.

Jika koneksi internet Anda tiba-tiba mati atau terputus, jangan khawatir karena transaksi Anda akan tercatat pada server sehingga tidak akan hilang. Jangka waktu Anda online pada platform pun akan terekam hingga ke detiknya. Begitu Anda siap untuk online lagi, semua transaksi Anda rekaman transaksi Anda akan ditampilkan sesuai urutan termasuk keuntungan yang Anda dapatkan jika transaksi Anda sukses. Anda pun tidak perlu menunggui trading Anda terus-menerus karena Anda dapat meninggalkan perintah tertentu yang akan melakukan penjualan atau pembelian emas secara otomatis jika harga mencapai titik tertentu.

Broker Trading Emas Terbaik

Dalam memilih broker kita harus benar-benar waspada karena memilih broker trading yang tepat dapat menjadi salah satu faktor penyebab kesuksesan trading kita. Berikut ini adalah ciri-ciri broker ilegal yang harus Anda waspadai:
  • Berhati-hatilah kepada broker yang tidak teregulasi sebagai perusahaan futures atau pialang, karena di negara asal broker tersebut mungkin beroperasi secara ilegal.
  • Jika broker incaran Anda tidak memberi syarat verifikasi dokumen identitas yang legal dan jelas, maka Anda patut curiga karena hal itu tidak mungkin terjadi pada perusahaan pialang yang legal.
  • Perusahaan broker tidak diperbolehkan transfer dana kepada pihak ke-3 seperti misalnya, voucher, money changer, atau mandiri, karena melanggar UU Anti Money Laundring International alias pencucian uang. Jadi sebaiknya Anda tidak bekerja sama dengan broker yang mengizinkan hal-hal semacam ini.
  • Banyak broker-broker scam yang bermasalah berkantor pusat di negara-negara dengan aturan hukum yang ringan atau bahkan bebas hukum seperti di Rusia, Afrika, Mauritius, Panama, dan lain-lain. Sebaiknya jangan memilih perusahaan broker trading emas yang berlokasi di negara-negara dengan nama yang tidak pernah Anda dengar atau bucket shop.
Memilih Broker Trading Emas Online
Selain memastikan legalitas dan regulasi perusahaan pialang Anda, faktor lain yang juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pialang adalah ketentuan tentang spread dan deposit terkecil yang harus disetorkan. Perusahaan broker mendapatkan profit dari spread atau selisih antara harga jual dan beli yang dihitung sesuai dengan total pertukaran. Pips atau point prosentasi adalah satuan untuk menyatakan spread dan hal ini tergantung pada ketetapan yang diberlakukan broker dan pasangan mata uang yang diperdagangkan.

Mau Trading Emas Online ? Gabunglah Dengan Kami

Meraih untung dengan OTA Trading (Bagian 1)

Beberapa broker menetapkan nilai spread yang sangat tinggi sehingga keuntungan bagi perusahaan semakin besar. Inilah sebabnya besarnya spread harus pula menjadi kriteria yang harus Anda pertimbangkan. Selain itu cermati juga tentang deposit minimal yang harus disetorkan oleh klien untuk membuka akun trading riil. Perusahaan pialang legal paling tidak akan meminta 2 dokumen yang memuat foto diri dengan nama dan alamat yang sama. Hal ini penting untuk melakukan verifikasi.

Tetapi jangan pula terlalu memprioritaskan harga murah dalam memilih broker untuk trading emas online. Salah satu trik broker emas scam untuk mendapatkan klien sebanyak mungkin adalah dengan promosi berupa diskon, komisi yang rendah, hadiah yang menggiurkan, dan lain sebagainya. Jangan sampai pada akhirnya nanti Anda akan kecewa karena modal Anda digelapkan oleh broker scam tersebut.

Yang paling ideal adalah dengan melihat fasilitas yang diberikan oleh broker tersebut yang dapat menjamin kegiatan trading Anda nyaman dan menguntungkan. Broker yang baik adalah broker yang mendukung klien untuk sukses dalam kegiatan tradingnya sehingga transaksi akan dilakukan lebih sering dengan investasi yang semakin besar. Dengan demikian broker pun akan ikut mendapatkan keuntungan.

Berinvestasi dari Uang Jajan, Muda Kaya Raya Tua Foya-foya

Semakin banyak kita lihat bagaimana café-café menjamur dan dibanjiri anak muda bahkan anak SMA hanya sekedar untuk membuka laptop yang harganya setara dengan motor baru atau hanya ingin mengganti suasana hati saja. Dan mungkin, cuma buat update status via media social biar dibilang Gaul.

Tertawa, terbahak-bahak dengan teman semejanya, seakan tidak ada yang mereka pikirkan. Duit siapa? Dan darimana mereka bisa menenteng laptop dengan merk apel kegigit yang harganya selangit, atau lifestyle ke-artis-an yang mereka banggakan, banyaknya tempat nongkrong yang mereka kunjungi dll.
Jawabannya adalah hasil “BLT” dari orang tuanya. Mungkin anak manager, anak menteri, anak pengusaha, u name it.

Dengan “BLT” dari orang tuanya, harusnya masyarakat muda kita bisa lebih menghargai apa yang diberikan pada mereka. Bukan dengan jawaban “Yaelah, gw kan masih anaknya. Wajarlah gw minta” atau “Mumpung masih ada bonyok gw, yudalah”. Gak ada yang salah dengan jawaban itu. Tapi, pernah gak sih berpikir “mau sampai kapan gw minta BLT terus ke nyokap?” atau “Wihh gila! Temen gw umur segini udah punya usaha sendiri”.

Gimana perkonomian Indoneisa yang digadang-gadangkan bakalan naik banget, kalo anak muda kita kerjaannya cuma haha hihi dengan laptop belasan juta dan segelas kopi setengah ratus ribu. Emang bukan cuma kerja aja sih, kalo emang belom cukup umur buat kerja, mau gimana juga? Bisa dengan nabung dan investasi kecil-kecilan kaya membeli emas batangan atau nyicil. Kalo orang tua kepepet kan, bisa pake tabungan kita.

Gak ada lagi rasanya alasan untuk “malas” berinvestasi atau setidaknya menabung, belum lagi saat BBM naik semakin menegangkan urat kemarahan beberapa kalangan dengan aksinya turun ke jalan, menuntut kenaikan bbm yang sebenernya untuk mereka juga.

Seandainya masyarakat muda menengah kita (yang menghabiskan 30 ribu sampai 200 ribu perhari) berpikiran seperti teman saya, sebut saja Eza. Eza adalah anak seorang pengusaha di pulau sumatera. Bagi Reza untuk membeli laptop yang setara dengan sebuah motor baru bukanlah hal yang sulit untuknya.
Mobil, nongkrong di café dengan segelas kopi setengah ratus ribu bisa dijalaninya setiap hari. Tapi bukan berarti dia tidak memikirkan bagaimana jika Ayahnya tidak bisa menyupport kebutuhannya lagi? Bagaimana jika usaha ayahnya bangkrut? lantas dia membantu dengan apa? Atau jika nantinya ia sudah bekerja dan mempunyai kebutuhan yang lebih banyak daripada saat ini, masih punya keberaniankah dia untuk minta kepada ayahnya?

Eza akhirnya membagi-bagi jajan perbulan yang diberikan ayahnya. Sebanyak 20% ia sisihkan untuk berinvestasi, membeli emas. (perhitungan jelasnya)

Sekarang teman saya sudah membuka sebuah café di bilangan Kota Pekanbaru dengan hasil investasinya. Dari kantongnya sendiri, dari 20% jajan dan gajinya sebagai pegawai bank swasta. Jadi sambil bekerja kantoran ia juga memiliki bisnis sebagai investasinya.

Mungkin tidak semua anak muda kan berpikiran seperti itu, tapi seperti kata Yoeswohadi, ahli marketing menyebutkan dalam bukunya ‘Consumer 3000’ masyarakat menengah yang sedang tumbuh di Indonesia ini  diikuti meleknya mereka terhadap teknologi, lebih pintar dan lebih beradab.
Harusnya investor muda menjadi tren yang menjamur layaknya potongan rambut ‘atas rame samping sepi’ yang menjadi trademark rapih kalangan kita.

Ditambah lagi banyaknya pilihan investasi yang disebar ke tengah-tengah masyarakat kita. Untuk apa lagi membanggakan hasil jerih payah orang tua kita, kenapa tidak mulai membanggakan diri sendiri dengan mempunyai pemikiran yang ‘sedikit lebih maju’ daripada yang lainnya.

Jadi? Gak ada kata kata terlambat untuk berinvestasi, mau berapapun jajan kalian mau berapapun gaji kalian, mau apapun kerja kalian, kalo udah sadar pentingnya investasi, tinggal cari-cari deh investasi yang pas, dan cepet nguntungin dengan resiko yang bisa diminimalisir. Karena semua investasi emang penuh sama yang namanya resiko.

Jadi bisa nongkrong kapan aja dimana aja dengan duit kalian sendiri kan? so tunggu apa lagi?. Di sini kalian cuma modal gadget yang kalian pegang sehari-hari, gak ribet dan bisa nambahin jajan kalian. Itung-itung bantuin orang tua juga kan?


Pelajari tips Pengelolaan Keuangan berikut ini supaya uang bulanan kalian ga terus-terusan habis.

Sukses Selalu :)

Pengalaman Trading dari 0

Pasti banyak yang sudah pernah denger tentang trading dan memikir itu satu hal yang ga jelas dan ilegal. Ada lagi yang suka mengatakan bahwa itu adalah judi. Sebnarnya sebelum terjun trading, aku juga pernah memikirkan dua hal ini. Tetapi habis mempelajari dan bener-bener mulai trading sendiri. Pemikiran itu sudah menjadi myth dan sekarang berubah menjadi sumber uang yang cukup mantap.

Trading itu apa sih sebenarnya? Ada yang mengatakan bahwa trading itu sebuah permainan untuk menganalisa trend, hasil akhirnya hanya ada 2 yaitu apakah harga akan mengikuti trend dan selanjutnya. Kalo begitu penjelasannya aku juga ga ngerti. Pantesan banyak yang bingung. Nah definisi dari aku pribadi, trading itu adalah sesuatu yang membuat aku untung di jangka panjangnnya.

Trading itu gampang di lakukan karena hanya cukup dengan laptop/ smartphone/ ipad dan itu juga bisa dilakukan dimana pun. Habis itu ambil informasi dari pialang-pialang yang ada di indonesia untuk mengambil posisi. Terakhir itu diakhiri dengan klik tombol Buy/ Sell. Belum sehari resultnya akan menunjukan profit (menang)/ loss (kalah).

Kedengarannya gampang bukan? Aku juga ga begitu ngerti sama ekonomi dunia. Tapi dengan memilih pialang yang benar, mereka akan mengarahkan kamu untuk mengambil posisi yang ‘bisa’ menang. ‘Bisa’ karena di dalam dunia trading ga ada yang profit 100%. Gerakan pasar itu susah di tebak dan sudah bertaun-taun membuat para trader juungkir balik. Jadi untuk apa bingung? Ikuti aja pialang-pialang yang bener.

Inilah pengalamanku trading dari awalnya. Trading itu gampang, kalo mau di pelajari dengan baik, ikuti apa yang dikatakan pialang-pialang yang di percaya. Intinya kamu mau atau enggak. Ga perlu mulai masukin uang untuk trading dulu, belajarlah supaya ngerti dan manfaatkan semaksimal mungkin di investasi ini. Pernah pikir ga kalo aku bisa, kenapa kamu enggak?